Sukses Karir, Sukses Keluarga
Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem
Pasti itu dambaan perempuan berkarir. Meski sulit dilaksanakan, banyak perempuan merasa aktualisasinya sempurna bila dapat melakoni keduanya dengan pengelolaan yang baik. Dilema karena ada urgensi yang tampak didepan mata dan menyita perhatian kerap menimbulkan kebimbangan dalam menentukan prioritas. Meninggalkan karir yang telah dirintis sejak lajang, memang bukan keputusan yang nyaman. Namun demikian, mengapa tidak keduanya berjalan beriringan. Sukses karir, sukses keluarga. Mari kita praktekkan tips berikut ini:
- Terima Pilihan Anda dengan Ikhlas. Sampaikan pada suami, kebutuhan aktualisasi diri Anda, untuk melakukan keduanya dengan baik. Tidak perlu merasa bersalah melakukannya, karena setiap insan adalah orang penting. Kebutuhan kita penting. Kebutuhan suami penting. Kebutuhan anak juga penting. Minta dukungan suami dan lingkungan (anak, pembantu, keluarga) untuk Anda dapat melaksanakan tujuan baik Anda. Yang juga Anda tujukan untuk kebaikan mereka. Kesuksesan karir dan keluarga biasanya karena adanya dukungan suami dan lingkungan yang aktif membantu. Selain itu waktu kantor yang fleksibel. Karena itu, pilih pekerjaan yang memungkinkan untuk Anda, dapat fleksibel dalam situasi yang memang urgen untuk keluarga.
- Boleh bermimpi besar, tapi realistis. Bermimpilah untuk rencana besar, baik untuk kebaikan karir maupun keluarga. Namun demikian, pertimbangkan segala kemungkinannya. Peran ganda ini membutuhkan kebijakan hati dalam menjalaninya. Semua pihak butuh perhatian. Suami, anak, pekerjaan, keluarga dll. Semua impian membutuhkan energi. Sadari kekuatan Anda. Bisa-bisa semuanya akan terbengkalai bila Anda stress atau kurang sehat.
- Sadari adanya benturan kepentingan. Konflik ada dalam setiap hubungan yang penting. Dilema itu wajar. Untuk mengatasinya, biasakan merencanakan semua urusan dengan rapi. Selektif dengan pilihan kegiatan dan waktu Anda. Buat daftar rencana kegiatan untuk urusan kantor dan keluarga. Disiplinlah pada rencana itu. Misalnya, untuk kebutuhan memasak, siapkan bumbu dasar standar jauh-jauh hari. Simpan dalam plastik atau tempat yang mudah untuk diambil satu kali masak. Atau ketika menyetrika baju, tentukan hari tertentu. Pisahkan pakaian berdasarkan jenisnya, agar lebih cepat. Bila tugas rumah tangga dapat dikerjakan orang lain, hal itu jauh lebih mudah. Anda bisa fokus pada perencanaan, monitor, dan mengontrol saja. Intinya penerimaan diri dan bila ada masalah, berfokus pada ”Bagaimana menyelesaikannya”, bukan ”Mengapa ini terjadi?”
- Kualitas, bukan kuantitas. Jelas kuantitas tidak Anda miliki bila Anda memilih dua aktifitas besar ini. Untuk itu, luangkan waktu khusus untuk menjalin hubungan yang nyaman dengan suami dan anak-anak. Malam hari, sediakan waktu 30 menit atau lebih untuk bicara tentang diri masing-masing dengan suami. Dengarkan, pahami, dan buat suasana yang romantis akan membuat kualitas hubungan terjaga. Bagi anak Anda, berikan juga waktu untuk menyapa dan bercanda barang sesaat. Sediakan waktu khusus pula untuk anak-anak menceritakan apa yang ingin disampaikan, baik kesenangan maupun kekesalannya. Begitu pula sebaliknya, berbagi mengenai diri Anda dengan anak-anak. Ingat, berfokuslah pada kualitas hubungan, jaga hubungan emosional dengan keluarga, ciptakan momen mengesankan buat Anda dan mereka.
- Hadiri acara penting. Momen seperti penerimaan raport, acara pertunjukan anak Anda, acara keluarga yang utama, liburan kantor, liburan keluarga, ulang tahun suami dan anak-anak adalah momen penting. Atur waktu sedemikian rupa untuk hadar dalam kegiatan itu meski sulit dalam pengelolaan waktunya. Kombinasi kreatifitas perencanaan dan kesadaran akan pentingnya mereka semua, akan membantu Anda dalam mengelola semuanya dengan sukses.
Selamat dan sukses untuk karir dan keluarga Anda.
Artikel ini terbit di Else Magazine


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home