Leila Mona Ganiem

My Writings, Dreams, Thought and Love

Monday, May 18, 2009

Bekerja Sebagai Rasa Syukur

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Mari kita bayangkan, bila pada suatu hari dan berikutnya, ditentukan oleh Tuhan bahwa setiap orang punya uang untuk membeli apa saja yang dia inginkan. Tidak perlu bekerja! Mungkin hari pertama masalah barang dapat diatasi, tapi bagaimana dengan jasa? Siapa yang akan mengantar barang, memasak, mengatur ketertiban, membersihkan rumah, mengatur arus kegiatan dll. Bisa jadi kehidupan kita akan hampa, bersinggungan dan kacau!

Kerja adalah berkah. Mampu menggunakan tubuh, pikiran, hati, dalam suatu karya adalah kemewahan. Sebuah aktualisasi diri. Makin karya hasil kerja kita bermanfaat bagi banyak orang, makin berkah upaya kita.

Kata Kahlil Gibran “kerja adalah cinta yang mengejawantah, dan barangsiapa tidak mampu bekerja dengan suka cita, hanya dengan enggan, maka lebih baik dia berdiri di depan gapura candi dan menerima derma dari mereka yang bekerja dengan cinta…”
Saya terkesan pada pemikiran Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura. Dia bilang, jika Anda pensiun, Anda akan mati! Banyak tokoh-tokoh besar masih aktif bekerja hingga usia lanjut. Misalnya Nixon, Mahathir Mohammad, Fidel Castro, Rosihan Anwar. Bahkan almarhum Ali Alatas, hingga akhir hayatnya masih menduduki beberapa jabatan penting.

Memang, sesaat tidak bekerja, bisa mengasyikkan. Itulah keindahan hari libur! Mengendurkan kepenatan dan merevitalisasi diri. Namun tidak bekerja dalam waktu panjang, membuat manusia menderita, merasa tidak berguna, depresi, sakit dan kematian.

Lantas, agar bekerja makin berkah, sangatlah tepat bila kita terus meningkatkan potensi diri. Beberapa strategi dapat kita lakukan, diantaranya:
1. Bekerja dengan cerdas. Ketika pemahaman akan pekerjaan kita belum optimal, belajar dapat menjadi solusi. Pahami kembali tugas dan tanggung jawab profesional. Lengkapi dan tingkatkan dengan training, kursus, kuliah, seminar dan lain-lain. Berfokus pada kualitas prima hingga pelanggan betul-betul puas akan kualitas kerja kita. Jika demikian, saat ini dan kelak, pilihan sikap itu, akan selalu kita syukuri. Selain itu, kesuksesan makin dekat dengan kita.

2. Bekerja dengan cinta. Mencintai pekerjaan, mengerahkan energi, dapat menciptakan kebahagiaan. Kata orang bijak. ‘Jika tidak mempunyai pekerjaan yang Anda sukai, sukailah yang Anda punyai’. Akan membuang energi besar untuk memikirkan hal-hal yang tidak kita miliki. Dan sejujurnya, sesungguhnya pekerjaan saat ini adalah pilihan kita dari sejumlah pilihan lain yang tersedia. Jikapun tidak mampu mencintai pekerjaan itu, buatlah persiapan sempurna untuk mengejar pekerjaan yang Anda cintai, tanpa perlu menggerutu. Ambil langkah efektif menuju pekerjaan impian. Lalu, cintai pekerjaan itu.

3. Menganggap kerja sebagai amanah. Ketika kita dapat menghubungkan kerja sebagai amanah dari Tuhan, semua kegiatan dapat dimaknai sebagai ibadah. Sebuah kemuliaan. Secara duniawi menguntungkan, kita juga merasa lengkap karena melakukan persembahan penting pada Tuhan dengan kerja yang optimal.

4. Menikmati pekerjaan. Menciptakan fantasi menyenangkan. Misal, supir menganggap diri sedang berjalan-jalan, guru mengajar bagai tengah bermain dengan anak-anaknya, sekretaris menganggap bekerja sebagai sosialisasi dengan komunitasnya. Menjadikan kerjaku adalah hobbiku.

Jadi kerja adalah ekspresi rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan pada kita sebagai manusia spesial. Kesulitan dalam bekerja, sesungguhnya merupakan kesempatan bagi kita untuk tumbuh. Menjadi lebih besar.

Karena itu berterimakasihlah pada masalah. Jika tidak, pekerjaannya akan diberikan pada orang lain yang mau menyelesaikan masalah itu. Pilihan seharusnya jelas. Bersyukur dengan bekerja penuh cinta, atau menunggu bantuan dari orang yang bekerja. Selamat Bekerja dengan Cinta!

1 Comments:

  • At 8:10 PM , Blogger Yusea Gitaria Kamarullah said...

    Salam....
    Tulisannya menginspirasikan bahwa bekerja adalah suatu nikmat yang memang patut disyukuri oleh hamba Tuhan...
    Untuk memaksimalkan kerja tersebut agar bermanfaat buat orang banyak maka harus tahu ilmunya, oleh sebab itu belajar sangatlah penting...
    Thanx 4 all....

     

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home