Leila Mona Ganiem

My Writings, Dreams, Thought and Love

Monday, May 18, 2009

Apa Kiprah Perempuan Pemenang Pemilu

‘Apa kiprah real anggota dewan untuk perkembangan bangsa kita?’ Pertanyaan ini tengah kita tunggu jawabannya. Pemilu legislatif 9 April 2009 lalu, adalah cara menyeleksi untuk mendapat pemimpin terbaik. Menang atau kalah, semua itu berkaitan dengan kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat pada mereka. Untuk para caleg yang memenangkan pemilu, Selamat! Bagi mereka yang belum mendapat kesempatan saat ini, masih banyak ruang karya yang dapat dikembangkan untuk Indonesia lebih baik.

Anggota dewan sebaiknya memahami realitas Indonesia yang memiliki luas wilayah yang cukup besar, latar belakang budaya yang kaya, bahasa yang berjumlah banyak, adat istiadat yang majemuk, suku yang beragam, golongan dan agama yang beraneka. Disisi lain, kenyataannya Indonesia sedang mengalami peningkatan jumlah pengangguran, korupsi yang menggurita, utang luar negeri yang membelit, meroketnya angka kemiskinan, daya beli masyarakat yang lemah, merosotnya kewibawaan moral dan integritas para pemimpin, lemahnya motivasi berprestasi, hal itu semua adalah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh kita semua. Dengan demikian, pengelolaan yang baik dari para Anggota Dewan, sangat diharapkan untuk membuat Indonesia menjadi menjadi besar, kuat dan lebih baik.

Mari kita berangkat dari deskripsi kerja yang menjadi tanggung jawab Anggota Dewan. Tugas pokok mereka adalah fungsi kebijakan, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Semua fungsi-fungsi itu sangat strategis. Coba bayangkan, ketika suatu pemikiran telah menjadi undang-undang, selanjutnya memiliki dampak luas, panjang, dan mengikat secara hukum. Artinya melanggar undang-undang dapat dikenakan sanksi hukum hingga dipenjara. Misalnya, ketika undang-undang kekerasan dalam rumah tangga disyahkan, undang-undang pornografi dan pornoaksi, tidak diperkenankannya merokok ditempat umum hingga wajib belajar 9 tahun dll, telah disyahkan, seluruh masyarakat harus patuh atas aturan-aturan tersebut. Jika tidak, pelanggarnya dapat diajukan kemeja hijau. Dengan demikian, sebaiknya pembentukan undang-undang, penetapan APBN dan pengawasan pelaksanaan tata kerja pemerintah sudah selayaknya berpihak pada kesejahteraan dan kebaikan rakyat Indonesia.

Kita juga berharap Anggota Dewan Perempuan dapat menyalurkan instuisi pengajaran untuk melakukan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Melakukan segala sesuatu yang perlu untuk meminimalkan benturan budaya yang selama ini masih kuat sehingga mengurangi kesempatan pada perempuan untuk berkiprah didunia politik. Karena ada sebuah pernyataan mengagumkan ”Mendidik seorang perempuan adalah mendidik sebuah bangsa”.

Saat ini, kita menunggu kualitas kerja mereka. Menunggu implementasi dari janji-janji para caleg terutama caleg perempuan yang disampaikan saat kampanye kemarin. Ada baiknya kita berbesar hati. Banyak bukti menunjukkan bahwa kemampuan perempuan cenderung sangat baik. Mereka umumnya memegang amanah, tidak korupsi, adil, memiliki perspektif jender, memiliki kepedulian, lurus, sensitive dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. Semoga pernyataan ini bukanlah pernyataan narsis sesama perempuan, namun lebih pada motivasi untuk membuktikan kepercayaan itu.

Semoga dengan hasil pemilu legislatif 2009 ini, Indonesia dapat menjadi lebih baik dan eksis dikancah internasional. Karena itu sudah selayaknya, para anggota dewan yang terhormat, menjadi pahlawan dan menjadi harapan bagi kita. Jika tidak, koreksi atau hukumannya baru bisa kita berikan 5 tahun lagi, dengan tidak lagi memilih mereka. Jadi jika ada yang mengatakan ’Dari sejarah kita belajar bahwa kita tidak belajar dari sejarah’, semoga pernyataan itu tidak berlaku bagi kita.

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home