Leila Mona Ganiem

My Writings, Dreams, Thought and Love

Monday, May 18, 2009

Apa Kiprah Perempuan Pemenang Pemilu

‘Apa kiprah real anggota dewan untuk perkembangan bangsa kita?’ Pertanyaan ini tengah kita tunggu jawabannya. Pemilu legislatif 9 April 2009 lalu, adalah cara menyeleksi untuk mendapat pemimpin terbaik. Menang atau kalah, semua itu berkaitan dengan kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat pada mereka. Untuk para caleg yang memenangkan pemilu, Selamat! Bagi mereka yang belum mendapat kesempatan saat ini, masih banyak ruang karya yang dapat dikembangkan untuk Indonesia lebih baik.

Anggota dewan sebaiknya memahami realitas Indonesia yang memiliki luas wilayah yang cukup besar, latar belakang budaya yang kaya, bahasa yang berjumlah banyak, adat istiadat yang majemuk, suku yang beragam, golongan dan agama yang beraneka. Disisi lain, kenyataannya Indonesia sedang mengalami peningkatan jumlah pengangguran, korupsi yang menggurita, utang luar negeri yang membelit, meroketnya angka kemiskinan, daya beli masyarakat yang lemah, merosotnya kewibawaan moral dan integritas para pemimpin, lemahnya motivasi berprestasi, hal itu semua adalah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh kita semua. Dengan demikian, pengelolaan yang baik dari para Anggota Dewan, sangat diharapkan untuk membuat Indonesia menjadi menjadi besar, kuat dan lebih baik.

Mari kita berangkat dari deskripsi kerja yang menjadi tanggung jawab Anggota Dewan. Tugas pokok mereka adalah fungsi kebijakan, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Semua fungsi-fungsi itu sangat strategis. Coba bayangkan, ketika suatu pemikiran telah menjadi undang-undang, selanjutnya memiliki dampak luas, panjang, dan mengikat secara hukum. Artinya melanggar undang-undang dapat dikenakan sanksi hukum hingga dipenjara. Misalnya, ketika undang-undang kekerasan dalam rumah tangga disyahkan, undang-undang pornografi dan pornoaksi, tidak diperkenankannya merokok ditempat umum hingga wajib belajar 9 tahun dll, telah disyahkan, seluruh masyarakat harus patuh atas aturan-aturan tersebut. Jika tidak, pelanggarnya dapat diajukan kemeja hijau. Dengan demikian, sebaiknya pembentukan undang-undang, penetapan APBN dan pengawasan pelaksanaan tata kerja pemerintah sudah selayaknya berpihak pada kesejahteraan dan kebaikan rakyat Indonesia.

Kita juga berharap Anggota Dewan Perempuan dapat menyalurkan instuisi pengajaran untuk melakukan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Melakukan segala sesuatu yang perlu untuk meminimalkan benturan budaya yang selama ini masih kuat sehingga mengurangi kesempatan pada perempuan untuk berkiprah didunia politik. Karena ada sebuah pernyataan mengagumkan ”Mendidik seorang perempuan adalah mendidik sebuah bangsa”.

Saat ini, kita menunggu kualitas kerja mereka. Menunggu implementasi dari janji-janji para caleg terutama caleg perempuan yang disampaikan saat kampanye kemarin. Ada baiknya kita berbesar hati. Banyak bukti menunjukkan bahwa kemampuan perempuan cenderung sangat baik. Mereka umumnya memegang amanah, tidak korupsi, adil, memiliki perspektif jender, memiliki kepedulian, lurus, sensitive dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. Semoga pernyataan ini bukanlah pernyataan narsis sesama perempuan, namun lebih pada motivasi untuk membuktikan kepercayaan itu.

Semoga dengan hasil pemilu legislatif 2009 ini, Indonesia dapat menjadi lebih baik dan eksis dikancah internasional. Karena itu sudah selayaknya, para anggota dewan yang terhormat, menjadi pahlawan dan menjadi harapan bagi kita. Jika tidak, koreksi atau hukumannya baru bisa kita berikan 5 tahun lagi, dengan tidak lagi memilih mereka. Jadi jika ada yang mengatakan ’Dari sejarah kita belajar bahwa kita tidak belajar dari sejarah’, semoga pernyataan itu tidak berlaku bagi kita.

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Kartini – Kartini Modern

Dahulu, arus kesibukan perempuan berkisar ‘kasur, pupur, dapur’ atau ‘macak, masak, manak’. Kita bersyukur ada tokoh pendobrak yang memiliki concern tinggi pada emansipasi perempuan. Salah satunya adalah Kartini. Sebagai perempuan pejuang yang mengagumkan, Kartini layak mendapat tempat.

Pemikiran Kartini banyak dikupas dalam buku Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, kumpulan surat-surat pada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda. Surat itu menjadi bukti betapa besarnya keinginan Kartini melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Ketika berusia 12 tahun, Kartini ditanya oleh teman-teman Belandanya, “Apa cita-citamu?” Dia tidak bisa menjawab. Lantas dia bertanya pada ayah dan kakaknya. Mereka menjawab, “Menjadi isteri bangsawan” oleh keluarga dan lingkungannya, cita-citanya diarahkan untuk menjadi isteri pangeran.

Meski anak Bupati, Kartini hanya diizinkan bersekolah hingga sekolah dasar. Keinginan untuk berbagi ilmu mendorong Kartini membuat sekolah untuk perempuan di kampungnya. Untuk meningkatkan kualitas pengajaran, Kartini berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda. Dia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Belanda, namun orang tua melarangnya. Untuk mencegah kepergian Kartini, orangtuanya memaksa menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang. Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya. Setelah menikah, dia meneruskan sekolah yang didirikannya.

Bagi Kartini, perempuan harus terpelajar sehingga dapat bekerja sendiri, mencari nafkah sendiri, mengembangkan seluruh kemampuan dirinya, dan tidak tergantung pada siapa pun, termasuk suaminya. Meskipun saat itu adat feodal masih kental, situasi pingitan dan terisolasi, Kartini mampu membangun pemikiran yang maju dan progresif untuk kaum perempuan.

Sekarang, 130 tahun kemudian, banyak hal berubah. Embrio kemajuan yang ditumbuhkan oleh Kartini, telah memetik hasil. Beragam peluang diberbagai bidang kian terbuka untuk perempuan. Kita telah mendapatkan kesempatan cukup luas untuk bersekolah, bekerja dan bermasyarakat. Posisi strategis kian terbuka untuk perempuan. Misalnya penetapan kuota 30% keterwakilan perempuan calon anggota legislatif (caleg), kesempatan terbuka untuk bekerja sebagai pilot, sopir bus, satpam, insinyur perminyakan, insinyur mesin, insinyur tambang, bahkan sebagai Direktur Utama Pertamina, posisi yang selama ini bernuansa sangat patriarki.
Meski masih ada keterbatasan dan pembatasan dari pihak yang tidak menginginkan kesetaraan jender sepenuhnya, tapi perempuan memiliki kemewahan besar yang layak disyukuri dan dimanfaatkan.

Sekarang, kita telah memiliki beragam peluang berharga. Apa yang akan kita buat dalam hidup ini, terserah kita. Tuhan telah memberi kita semua sumber daya yang dibutuhkan. Kaki, tangan, pikiran, keluarga, tempat bekerja dll. Pilihan dan jawabannya ada pada kita sendiri. Sebagai inspirasi, mari kita optimalkan potensi kita sebagai perempuan, dengan cara:

1. Menggali dan menekuni keterampilan yang kita miliki hingga kualitas optimal. Buatlah orang yang melihat dan menikmati kualitas kerja kita dengan kesempurnaan yang membanggakan. Sebagai catatan, sebuah riset menyimpulkan, manusia baru mengembangkan 3% dari kualitas dirinya. Dengan berfikiran positif, kita masih memiliki 97% potensi diri untuk digali.

2. Sementara melalui peran Anda saat ini, tingkatkan terus kepercayaan diri dan kemauan untuk berfikir besar. Menjadi lebih maju dan berkembang. Menjadi lebih sukses dan mandiri. Menjadi lebih bijaksana dan indah. Tentukan pilihan dengan jelas. Selanjutnya bertahap untuk menuju kesuksesan. Cobalah hindari pemikiran melalui hidup seperti air mengalir, tanpa target..

3. Kesuksesan tidak datang tanpa kerja keras dan strategi yang tepat. Sebagai perempuan karir dan berumah tangga, tanggung jawab yang dibebankan memang cenderung lebih besar. Susun strategi yang tepat. Secara praktis sehari-hari, berusahalah selalu disiplin, progresif, banyak bertanya, berani mencoba, membuka network, hindari bergosip, bersikap ramah, menciptakan suasana kerja yang baik, dan menjadi pribadi yang menyenangkan.

4. Evaluasi perkembangan Anda tiap waktu. Tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, tiap semester, tiap tahun dan seterusnya. Selalu buat kenaikan pada tangga peringkat pribadi Anda.

Sebagai penutup, mari kita syukuri berkah Tuhan pada kita, sebagai perempuan. Layak juga bagi kita berterima kasih pada tokoh-tokoh perempuan yang membuka cakrawala berfikir kita. Selanjutnya, mari kita membuat perbedaan positif dalam kehidupan kita sendiri dan lingkungan sekeliling kita, baik dalam lingkungan kerja maupun keluarga dan masyarakat.

Dipersiapkan untuk Else Magazine
Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Etika Menggunakan BlackBerry

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Teknologi komunikasi personal adalah penemuan brilian yang merubah kehidupan manusia. Menghubungkan dengan sangat mudah, koneksi, kekerabatan, bisnis, dan banyak peluang lainnya. BlackBerry, salah satunya. Sebuah alat komunikasi nirkabel yang diciptakan perusahaan Kanada, Research in Motion.

Dengan BlackBerry, kita dapat mengakses email, jalan-jalan di internet, telepon, SMS, menyimpan data orang, mengelola tugas, mengatur jadual, mengecek kalender, memudahkan pembuatan keputusan. Kemudahan akses itu berlaku 24 jam dan 7 hari seminggu. Semua hanya dengan satu alat berukuran sebungkus rokok isi 20 batang, dengan berat sekitar 100 gram. Bagi banyak profesional, teknologi ini memberi keuntungan besar dalam mengatur bisnis sehari-hari.

Kemewahan dan kemudahan akses BlackBerry memudahkan manusia. Ketika sendiri, kita dapat dengan nyaman menggunakan alat ini. Namun bila sedang bersama orang lain, alat ini dapat mengganggu keharmonisan hubungan. Jadi ada baiknya bila kita mengatur penggunaannya. Mari kita simak etiket dasar penggunaan BlackBerry.

• Ketika menemui seseorang, atau dalam suatu rapat, ingatlah, orang tersebut penting dan sangat layak mendapat perhatian penuh. Karena itu sebaiknya tinggalkan atau matikan BlackBerry. Penggunaan BlackBerry dalam pertemuan bisnis, menunjukkan ketidakprofesionalan seseorang. Sebaiknya alat ini juga tidak digunakan pada undangan makan, tempat ibadah, gedung pemerintah, pemakaman, dan gedung bioskop.

• Diluar kondisi diatas, jikapun perlu membawa BlackBerry, bijaksanalah dalam penggunaannya.

• Ketika dibawa, simpan BlackBerry didalam tas atau saku. Sembunyikan BlackBerry dengan cara mengatur alat itu dalam kondisi getar atau hening, sesering mungkin. Sebaiknya tidak mengesankan pamer benda ini. Terkadang alat elektronik menjadi simbol status dan legitimasi asesories fashion, dengan menempatkan alat ini ditempat yang sebisa mungkin terlihat orang. Penggunaan BlackBerry dalam feature getar dan seminim mungkin terutama ketika bertemu orang lain, menunjukkan sendiri kualitas dan kebijaksanaan seseorang.

• Idealnya, jawab semua email, SMS, telepon setelah pertemuan selesai atau berada diluar gedung, ketika sendiri. Namun, dalam situasi yang memang mendesak dan memungkinkan, misalnya menunggu SMS, email atau telepon penting, BlackBerry dapat digunakan setelah terlebih dahulu menyampaikan kebutuhan tersebut pada orang yang kita temui. Namun tetap, buatlah nada getar. Jikapun perlu untuk meletakkan diatas meja, simpan dalam keadaan layar menghadap meja. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kita memberi perhatian penuh pada orang yang kita temui. Jadi ketika kita sesekali perlu mengecek BlackBerry, teman kita akan maklum dan tidak merasa diabaikan.

• Ketika akan menjawab telepon, sms atau email yang urgen, mohon izinlah sebentar. Lalu jawab segera dan tidak menimbulkan gangguan. Bicara singkat dan dalam volume suara pelan ketika ada orang disekeliling kita. Jika tidak ada orang didekat kita, volume suara dapat dinaikkan. Sekali lagi sadari, bahwa penggunaan BlackBerry dapat menimbulkan ketidaknyamanan orang sekitar.

• Untuk keselamatan diri, sebaiknya tidak menggunakan BlackBerry untuk keperluan apapun selagi berkendara.

• Karena keyboard BlackBerry tidak sederhana, yakinkan pesan sesuai seperti yang kita ingin sampaikan, sebelum mengirimkannya. Ingat pesan lewat BlackBerry dapat digunakan sebagai informasi legal yang dapat menggiring kita kepengadilan. Jadi berhati-hatilah.

• Terkadang orang tidak langsung menjawab email karena pertimbangan usai jam kantor. Hargai pilihan mereka meski kita tahu dia dapat menjawab segera melalui BlackBerrynya.

• Ada orang yang menggunakan istilah berinternet seperti AFAIK, as far as I know. Otw… on the way, BBL… be back later, dan seterusnya. Namun banyak juga yang tidak paham dengan istilah tersebut. Jangan memaksakan diri dengan menggunakan jargon bila tidak yakin bahwa lawan bicara kita belum tentu paham dengan istilah itu

Alat canggih ini bagai pedang bermata dua. Sangat bermanfaat dan memudahkan manusia dalam berhubungan dengan orang lain, sekaligus menyulitkan. Bisa menjauhkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Optimalkan penggunaanya namun bijaksanalah. Selamat BerBlackBerry!

Bekerja Sebagai Rasa Syukur

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Mari kita bayangkan, bila pada suatu hari dan berikutnya, ditentukan oleh Tuhan bahwa setiap orang punya uang untuk membeli apa saja yang dia inginkan. Tidak perlu bekerja! Mungkin hari pertama masalah barang dapat diatasi, tapi bagaimana dengan jasa? Siapa yang akan mengantar barang, memasak, mengatur ketertiban, membersihkan rumah, mengatur arus kegiatan dll. Bisa jadi kehidupan kita akan hampa, bersinggungan dan kacau!

Kerja adalah berkah. Mampu menggunakan tubuh, pikiran, hati, dalam suatu karya adalah kemewahan. Sebuah aktualisasi diri. Makin karya hasil kerja kita bermanfaat bagi banyak orang, makin berkah upaya kita.

Kata Kahlil Gibran “kerja adalah cinta yang mengejawantah, dan barangsiapa tidak mampu bekerja dengan suka cita, hanya dengan enggan, maka lebih baik dia berdiri di depan gapura candi dan menerima derma dari mereka yang bekerja dengan cinta…”
Saya terkesan pada pemikiran Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura. Dia bilang, jika Anda pensiun, Anda akan mati! Banyak tokoh-tokoh besar masih aktif bekerja hingga usia lanjut. Misalnya Nixon, Mahathir Mohammad, Fidel Castro, Rosihan Anwar. Bahkan almarhum Ali Alatas, hingga akhir hayatnya masih menduduki beberapa jabatan penting.

Memang, sesaat tidak bekerja, bisa mengasyikkan. Itulah keindahan hari libur! Mengendurkan kepenatan dan merevitalisasi diri. Namun tidak bekerja dalam waktu panjang, membuat manusia menderita, merasa tidak berguna, depresi, sakit dan kematian.

Lantas, agar bekerja makin berkah, sangatlah tepat bila kita terus meningkatkan potensi diri. Beberapa strategi dapat kita lakukan, diantaranya:
1. Bekerja dengan cerdas. Ketika pemahaman akan pekerjaan kita belum optimal, belajar dapat menjadi solusi. Pahami kembali tugas dan tanggung jawab profesional. Lengkapi dan tingkatkan dengan training, kursus, kuliah, seminar dan lain-lain. Berfokus pada kualitas prima hingga pelanggan betul-betul puas akan kualitas kerja kita. Jika demikian, saat ini dan kelak, pilihan sikap itu, akan selalu kita syukuri. Selain itu, kesuksesan makin dekat dengan kita.

2. Bekerja dengan cinta. Mencintai pekerjaan, mengerahkan energi, dapat menciptakan kebahagiaan. Kata orang bijak. ‘Jika tidak mempunyai pekerjaan yang Anda sukai, sukailah yang Anda punyai’. Akan membuang energi besar untuk memikirkan hal-hal yang tidak kita miliki. Dan sejujurnya, sesungguhnya pekerjaan saat ini adalah pilihan kita dari sejumlah pilihan lain yang tersedia. Jikapun tidak mampu mencintai pekerjaan itu, buatlah persiapan sempurna untuk mengejar pekerjaan yang Anda cintai, tanpa perlu menggerutu. Ambil langkah efektif menuju pekerjaan impian. Lalu, cintai pekerjaan itu.

3. Menganggap kerja sebagai amanah. Ketika kita dapat menghubungkan kerja sebagai amanah dari Tuhan, semua kegiatan dapat dimaknai sebagai ibadah. Sebuah kemuliaan. Secara duniawi menguntungkan, kita juga merasa lengkap karena melakukan persembahan penting pada Tuhan dengan kerja yang optimal.

4. Menikmati pekerjaan. Menciptakan fantasi menyenangkan. Misal, supir menganggap diri sedang berjalan-jalan, guru mengajar bagai tengah bermain dengan anak-anaknya, sekretaris menganggap bekerja sebagai sosialisasi dengan komunitasnya. Menjadikan kerjaku adalah hobbiku.

Jadi kerja adalah ekspresi rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan pada kita sebagai manusia spesial. Kesulitan dalam bekerja, sesungguhnya merupakan kesempatan bagi kita untuk tumbuh. Menjadi lebih besar.

Karena itu berterimakasihlah pada masalah. Jika tidak, pekerjaannya akan diberikan pada orang lain yang mau menyelesaikan masalah itu. Pilihan seharusnya jelas. Bersyukur dengan bekerja penuh cinta, atau menunggu bantuan dari orang yang bekerja. Selamat Bekerja dengan Cinta!

Tahun Baru, Penampilan Baru!

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Selamat datang Tahun Baru 2009! Resolusi-resolusi penting tahun ini sudah didepan mata. Dicatat, ditempel dan dijadikan sumbu pemicu arah dalam 365 hari kedepan.
Lantas, apa lagi yang dapat menjadi pemicu semangat baru tahun 2009? Mengapa tidak membenahi penampilan? Sebuah resolusi yang menguntungkan, dari sisi profesional maupun personal!

Secara profesional, peran penampilan dalam karir cukup penting. Penampilan, menginformasikan tentang tingkat, status dan peranan seseorang. Penampilan adalah alat ampuh dalam meningkatkan persuasi mengingat keputusan sering dibuat berdasarkan kesan pertama. Anda kerap bertemu klien, penampilan merupakan kulit terluar indikator persepsi kualitas diri.

Secara personal, seseorang yang merasa nyaman dan mencintai dirinya, cenderung lebih bersemangat, lebih menarik, lebih hidup, dan berenergi dalam kesehariannya. Dari riset Berscheid & Welster, dalam Berkowitz (1974) disimpulkan bahwa mereka yang menarik secara fisik dianggap lebih ramah, lebih populer, lebih seksi, lebih sukses dan lebih meyakinkan. Mereka juga sering kali dipandang lebih berbahagia dan memiliki kepribadian yang lebih memikat.

Jadi, rasanya layak memberi ruang bagi diri sendiri untuk menjadi lebih menarik dan percaya diri melalui penampilan. Lalu, apa yang dioptimalkan? Banyak.
Pertama, mari kita mulai dari Pengetahuan terlebih dahulu. Luangkan waktu sejenak untuk memahami secara umum, konsep-konsep utama bentuk tubuh, wajah, kulit, dan konsekuensi pilihan penampilannya. Setelah itu, pahami bentuk tubuh, wajah dan kulit Anda. Prinsip utamanya adalah, cintailah tubuhmu, karena itu akan menjadi milikmu seumur hidupmu. Selain itu, tidak ada orang yang tidak menarik, yang ada adalah orang yang tidak tahu memilih penampilan yang tepat. Jadi, pilihlah penampilan sesuai dengan bentuk tubuh, wajah, dan kulit Anda. Tentu tempat dan konteks acara juga menjadi pertimbangan.

Kedua, Aplikasi Praktis. Kita mulai dari bagian kepala. Tampilkan gaya rambut baru. Dengan bentuk wajah Anda, lihatlah alternatif yang dapat dimanfaatkan seputar penampilan kepala. Misalnya beberapa model rambut atau cara kreatif mengenakan kerudung. Pikirkan beberapa gaya cadangan untuk suasana atau acara yang berbeda.

Tampilkan wajah yang segar dan menarik. Pahami penggunaan make up dengan tepat sesuai bentuk wajah. Make-up sederhana dan menonjolkan kesegaran kulit, kian diminati. Tonjolkan kekuatan diri Anda dengan dandanan yang elegan.

Pakaian kerap dikaitkan dengan ungkapan ‘dress for success’. Tampil fashionable bukan berarti menghamburkan uang. Investasikan juga pengeluaran untuk pakaian. Kata ’tahu diri’ tampaknya cukup mewakili pesan ini. Karena itu, agar investasi tepat, pahami tubuh anda, bagian mana yang ideal dan kurang ideal, selanjutnya pilihlah pakaian yang membantu untuk tidak mengulangi kekurangan diri, namun bahkan meningkatkan kemenarikan diri.

Perangkat penting lainnya seperti sepatu, tas, scraft, jam, anting, bros, atau asesoris lainnya, juga layak mendapat prioritas. Cermatlah mengkoleksi, dengan memperhatikan kombinasi warna, bentuk, ukuran, bahan dan lain-lain. Pilihan style baru atau perubahan gaya yang kreatif, dapat mencerahkan suasana hati Anda.

Ketiga, Perawatan. Cermati kesehatan atau bentuk tubuh Anda, mungkin ada yang perlu mendapat perhatian. Mengecilkan perut, menurunkan atau menaikkan berat badan, mengencangkan otot atau kulit wajah dll bisa menjadi pertimbangan saat ini. Anda dapat gunakan ramuan tradisional, meminta saran dokter, berolah raga atau memperhitungkan asupan gizi. Nikmati semua upaya yang Anda ambil, dengan gembira.

Ingatlah, apapun yang Anda lakukan, lakukan dengan cinta. Fokuskan tahun ini untuk menjadi kian menarik. Cintai diri Anda, ciptakan kesempurnaan. Do everything with style, and style will touch everything you do. So, be attractive. Be you!

(tulisan ini dibuat di akhir tahun 2008)

Sunday, May 17, 2009

Karir di Politik, Menarik Juga...

Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Berkarir adalah salah satu momen aktualisasi diri seorang perempuan. Salah satu pilihan karir yang menarik adalah Karir Politik. Melalui karir politik, kita dapat memberdayakan diri, memberikan kontribusi pada masyarakat, bangsa dan peradaban dunia. Banyak yang percaya bahwa politisi perempuan mampu mengubah dunia politik yang sarat konflik menjadi lebih damai. Beberapa contoh politisi cemerlang perempuan adalah Megawati Sukarnoputri, Hillary Clinton, Benazir Bhutto, Margareth Thatcher, dll.

Di negeri kita, jumlah penduduk perempuan lebih dari 50%, namun belum diimbangi dengan keterwakilan perempuan dalam dunia politik. Jadi karir dibidang politik merupakan ruang penting bagi perempuan untuk berkarya. Selain itu, situasi politik saat ini, memberi peluang terbuka bagi perempuan untuk memilih karir politisi.

Banyak manfaat kaum perempuan terjun didunia politik. Diantaranya kebijakan publik menjadi lebih berperspektif perempuan karena perempuan lebih berpotensi untuk menyuarakan keadilan dan kesetaraan. Tak dapat dipungkiri, hingga kini, masih banyak kebijakan yang cenderung berpihak pada pria dan kerap kurang mewadahi kebutuhan perempuan.

Namun demikian, tidak jarang orang berasumsi bahwa kesuksesan karir kerap harus dibayar mahal dengan rapuhnya kehidupan berumah tangga. Pemahaman yang baik akan fenomena ini semoga dapat membuat kaum perempuan yang tertarik berkarir politik, tidak menjadi ciut, namun malah lebih siap dan lebih merencanakan dalam mengansipasi potensi ini.

Berikut ini beberapa tips untuk perempuan sukses dalam berkarir didunia politik:

  • Intelektualitas yang Baik. Seorang politisi perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai politik dan mengikuti perkembangan berita terkini. Mampu menganalisa keadaan dan mencari solusi terbaik untuk mengatasinya.

· Persiapan mental. Untuk berkiprah dipolitik, perempuan perlu siap mendengar ungkapan sinis orang yang mengatakan tidak akan memilih anda karena perempuan. Atau berbagai alasan lainnya. Dunia politik adalah dunia keras. Kesiapan melalui persaingan perlu dibarengi dengan kepribadian yang tangguh, pantang menyerah dan komitmen. Semua itu pasti bisa dilalui.

· Manajemen waktu. Jika Anda adalah ibu dan isteri, sebaiknya tidak melupakan tugas dalam keluarga. Pandai-pandailah mengatur waktu dan menentukan prioritas. Ada kata bijak mengatakan, ”Berikan pekerjaan pada orang sibuk, itu akan selesai” orang tidak sibuk biasanya melihat banyak peluang untuk menunda karena melihat masih memiliki banyak waktu. Percayalah, dengan pengelolaan waktu yang baik, keduanya dapat dijalankan bersinergi.

· Tindakan nyata dan evaluasi. Setelah melakukan perencanaan, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik melalui sosialisasi program dan memperkenalkan pikiran-pikiran kita pada publik. Semua itu butuh perencanaan yang baik, upaya berkesinambungan, doa dan dana yang cukup. Tanpa kesemua itu, kemungkinan untuk duduk diposisi politik akan sulit tercapai.

Mengingat betapa beratnya ini semua, tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa ibu rumah tangga yang berkarir dibidang politik, adalah wanita perkasa.

Namun demikian, terlepas dari semua itu, jika kita memilih untuk tidak berkarir didunia politik, untuk kebaikan bangsa Indonesia tercinta ini, kita masih bisa berpartisipasi dalam kancah politik. Dengan cara memilih orang-orang yang kita percayai dan memiliki pemikiran yang cerdas, bijak, dan visioner dalam membangun negara kita ini, bersama.