Wednesday, January 06, 2010

Beda Itu Berkah oleh Leila Mona Ganiem






13 comments:

KPCMelati said...

Saya harap bisa membeli bukunya saat kembali ke tanah air.

Buah karya Ibu Mona selalu enak dibaca dan mudah dipahami.

Banyak artikel2 Ibu Mona yang dimuat di www.kpcmelaticenter.com selama saya mengelola website tersebut, hampir setiap hari mendapat kiriman email komentar yang terkesan dengan penuturan kalimatnya.

BRAVO BU MONA

Leila Mona Ganiem said...

Terima kasih sekali Ibu Titie dan teman-teman di KPC Melati.
Saya bangga jadi bagian dari KPC Melati.
Salam hangat.

lala_amalia87 said...

Ibuuu,apa kabar?saya sudah beli buuu.bagus bu.berguna bagi saya yg sedang menjalin hubungan antara Batak (saya) dan Jawa.heehee.kalo bedah buku undang2 ya bu>

Erwin Rooshartono said...

congrats bu, saya sudah baca...very inspiring... saya post jg di blog saya ya bu... http://restinric.blogspot.com

Leila Mona Ganiem said...

Dear Mbak Lala dan Mas Erwin, thanks alot komennya. Semoga mencerahkan dan menjadi manusia antarbudaya.

Kalau berkenan komen dan kritik, dengan senang hati saya tunggu. Thanks alot sekali lagi.

emmy.kuswandari said...

Wahhhh jadi tidak sabar bacanya. Biar dapat berkah yang berlimpah.

Sri Dewi Susanty said...

Selamat Mbak Mona. Kapan acara launch dan diskusi bukunya?

andreas iswinarto said...

selamat atas bukunya. dapat info dari mas buset di milis pantau

Leila Mona Ganiem said...

Dear Mbak Sri Dewi dan Mas Andreas,
Terima kasih sekali... Mas Erwin, saya sudah lihat blognya. Bagus...

Banyak hal harus dimulai, lalu kita bisa belajar dari proses itu. Seperti itu yang terjadi pada saya.

Insya Allah segera launching. Amien amien amien

ekorusdianto said...

Punya buku memang asik. Selamat ya Mbak Mona...

ekorusdianto said...

Punya buku memang asik. Selamat ya Mbak Mona...

languAID said...

Saya baru baca beberapa halaman yang terpampang di blog ini, dan kayaknya memang betul2 menarik. Mungkin harus saya beli akhir pekan ini.

Hanif Ghanim

Leila Mona Ganiem said...

Mas Eko, terima kasih. Memang benar. Menulis adalah candu. Saya menikmatinya.

Hanif terima kasih ya. selamat menikmati perjalanan antarbudaya...