Friday, January 01, 2010

Reaksi yang Membuat Perbedaan




Oleh: Leila Mona Ganiem




 Sebuah video menarik yang beberapa waktu lalu dikirim sahabat saya, Ken, begitu menginspirasi.
Video itu karya Stephen Covey, 
Judulnya 90-10 Principle. 
Sebuah stimulus yang menggiurkan adalah adanya catatan seperti ini:
Konsep ini akan merubah hidup Anda, 
(atau sekurang-kurangnya cara Anda bereaksi pada situasi).

Prinsip 90-10 adalah…


 




10 % dalam hidup adalah apa yang terjadi pada diri kita.
Namun… 90% lainnya dari hidup kita, diputuskan atas bagaimana kita bereaksi.

Artinya...
Kita benar-benar tidak punya kontrol atas yang 10% yang terjadi pada kita
Kita tidak dapat menghindari adanya kecelakaan, kesewenangan orang lain memotong jalan kita, pesawat terlambat, hujan, gempa, yang membuat rencana kita menjadi kacau.
Kita tidak punya kontrol atas hal itu!







Sementara yang 90%, berbeda.
Kita menentukan perjalanan selanjutnya, melalui reaksi kita!
Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, namun kita dapat mengontrol reaksi kita
Kita tidak dapat mengontrol orang lain untuk tidak membodohi kita, 
Namun kita dapat mengontrol reaksi kita.


Stephen lalu memberi contoh. 




 

Bayangkan situasi ini....
Anda seorang ayah.
Ketika sedang sarapan, seorang anak menyenggol cangkir kopi dan jatuh ke jas kerja Anda
Anda tidak memiliki kontrol atas apa yang terjadi.
Namun apa yang terjadi selanjutnya, ditentukan oleh bagaimana Anda bereaksi.

Anda bisa memarahi anak Anda, lalu dia menangis





 



Kemudian Anda mengomeli isteri Anda
Mengkritiknya karena tidak becus meletakkan cangkir disisi meja. 
Ada keributan.

Anda keatas, ganti baju. 
Ketika turun, anak Anda masih menangis. 
Sarapan belum selesai, jemputan sekolah yang telah datang, 
Karena  sang supir, tidak mau menunggu, akhirnya ditinggal.

Istri Anda perlu segera kekantor, 
Andalah yang harus mengantar anak.



 

Karena khawatir terlambat, Anda memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi 
diatas rata-rata. Polisi menghentikan dan menilang!

Setiba di sekolah, anak Anda meninggalkan mobil dengan cemberut.
Berlari kegerbang sekolah tanpa pamit.

Setiba dikantor, Anda menyadari kalau tas kerja Anda tertinggal
Hari itu sangat menyebalkan !
Selanjutnya makin buruk dan memburuk. 

Rasanya ingin segera kembali ke rumah.
Sepulang kerumah, ada jarak terasa pada hubungan dengan isteri dan anaknya.




Mengapa?
Karena kopi?
Karena anak
Karena polisi?
Atau karena reaksinya sendiri?



Bayangkan reaksi berbeda.

Kopi terciprat ke baju.
Anak mulai akan menangis
Lalu Anda bilang
”Gak apa-apa, sayang... lain kali hati-hati ya...”


Anda keatas untuk ganti baju
Melihat ke  jendela ketika ada mobil jemputan,
Lalu melambaikan tangan ke anak yang akan kesekolah

Datang kekantor lebih cepat 5 menit, 
Bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan.



Pandangan Stephen mencerahkan.  
Saya belajar banyak dari ilustrasi tadi.
Terutama bagaimana bereaksi pada situasi yang terjadi. 

Salah satu makna yang saya peroleh adalah

”Berpikir positif”.


 

6 comments:

Adam Arlei said...

tulisannya sangat bagus...

n.i.z.a.r said...

ibu mona, inspiring banget tulisannya :)

Leila Mona Ganiem said...

Dear Adam & Nizar... terima kasih... kita belajar banyak dari kehidupan dan pengalaman orang lain...

Nai^_^ said...

nice writing
bener bgt, kita tidak bisa membuat semua hal berjalan seperti yang kita mau, strateginya adalah bagaimana meresponnya dengan positive thinking.
keren, bu!=D

Deny Lestiyorini said...

Hai Bu Mona...

begitu nyampai kantor dari pelatihan Riset, saya langsung baca blog Bu Mona dan terasa sangat menginspirasi. Tidak sabar untuk segera menyelami keberkahan dari perbedaan ^__^

Salam,
Deny

Leila Mona Ganiem said...

Hai Mbak Nai dan Mbak Deni
Thanks for sharing...
Terima kasih sudah membacanya. Semoga menginspirasi.
Banyak hal indah disekeliling kita
Sangat sayang jika tidak kita nikmati dengan dalam..
Mari terus berkarya
Mari terus menginspirasi. Let's make a different!